MENGELOLA MAJALAH SEKOLAH
Jumat, 10 Juni 2022
Pertemuan ke-11
Gelombang 26
Narasumber : Widya Setianingsih, S.Ag
Moderator : Mutmainah
Senang rasanya bisa belajar kembali di kelas Belajar
Menulis di bawah asuh Om Jay. Mau tahu? Malam ini sudah pertemuan yang ke-11. Walaupun
agak terkantuk-kantuk saya berusaha untuk menyimak. Alhamdulillah hingga saat
ini niat masih terjaga untuk menambah ilmu dari narasumber yang keren.
Kelas dipandu Ibu Mutmainah
dan narasumber Ibu Widya Setianingsih seorang guru di MI Khadijah Malang alumni
BM 21 yang kariernya melesat bak pesawat jet
dari peserta menjadi moderator sekaligus narasumber, kurator, dan
sekarang merangkap menjadi editor, penulis buku puisi "Laras laras
makna dalam kata." Semoga peserta mengikuti jejak Ibu Widya. Selain
itu beliau pimpinan redaksi majalah sekolah yang bertajuk KHARISMA DI MI
Khadijah kota Malang.
Narasumber pada malam ini
akan membahas Mengelola Majalah Sekolah. Penasarankan? Yuk kita simak. Menurut
KBBI Majalah Adalah : Terbitan berkala yang isinya meliputi berbagai liputan
jurnalistik, pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca.
Berdasarkan
Waktu penerbitannya, majalah dibedakan atas: majalah bulanan, tengah bulanan, mingguan, dan
sebagainya’.
Menurut Isinya dibedakan
atas majalah berita, anak-anak, wanita, remaja, olahraga, sastra, ilmu
pengetahuan tertentu, dan sebagainya.
Narasumber menceritakan sejarah
singkat Kharisma Sahabat nusantara, usia majalah sekolah di MI Khadijah kurang
lebih 13 tahunan. Majalah Kharisma lahir sejak tahun 2007.
Pada tahun 2008 sempat vakum selama dua tahun. Kemudian pada tahun 2010 terbit
lagi dengan title Kharisma reborn. Mengapa reborn? Karena Kharisma terbit
dengan penampilan yang baru. Saat pertama kali terbit tentu tampilan dan isinya
tidak seperti saat ini.
Tampilan Kharisma sangat
sederhana sekali. Hanya berukuran 21 cm x 16 cm (separuh folio). Itupun tidak
dicetak. Hanya di fotokopi hitam putih. Artikelnya pun belum beragam dan
sederhana sekali. Kemudian lahir kembali dengan tampilan lebih menarik, keren, dicetak, berwarna, hard cover dan
isinya lebih beragam. Walaupun halamannya waktu itu hanya ada 20 an halaman (sekarang 40
halaman).
Crewnya pun terbatas.
Saat itu hanya ada pimred merangkap layout, dan narasumber sebagai reporter
merangkap editor. Kemudian tahun 2010 saya diangkat menjadi pimred, barulah
pembaharuan total dilakukan.
Langkah Langkah
Menerbitkan Majalah Sekolah
1. Menyatukan
ide dan gagasan. Mencari teman-teman yang memiliki jiwa literasi dan
organisasi. Membentuk susunan redaksi majalah
2. Mengajukan Proposal. Membuat proposal meliputi
latar belakang, tujuan, susunan redaksi, anggaran dana dsbnya.
3. Membuat rancangan majalah. Menentukan nama
majalah, isi berita, pendanaan dll.
4. Mencari
rekanan pendukung. Percetakan, sponsor dll
Susunan Redaksi Majalah Sekolah
1.
Penasehat : Dari Yayasan Sekolah/Komite Sekolah
Tugasnya:
Memberikan segala pertimbangan terhadap segenap crew tentang majalah sekolah
2.
Penanggung Jawab : Yaitu Kepala Sekolah
Tugasnya
: Bertanggung jawab atas keseluruhan jalannya penerbitan pers, baik ke dalam maupun
ke luar. Ia dapat melimpahkan pertanggungjawabannya kepada Pemimpin Redaksi
sepanjang menyangkut isi penerbitan (redaksional)
3.
Pimpinan redaksi : Dari Guru yang
ditunjuk. Pemimpin Redaksi (Editor in Chief) bertanggung jawab terhadap
mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian sehari-hari. Ia harus mengawasi isi
seluruh rubrik media massa yang dipimpinnya.
4.
Editor
Tugasnya:
Bertanggung jawab swa sunting tulisan,
proofreading dan mengedit semua tulisan.
5.
Reporter : Reporter merupakan “prajurit” di
bagian redaksi. Mencari berita lalu membuat atau menyusunnya, merupakan tugas
pokoknya.
6.
Fotografer
Tugasnya mengambil gambar peristiwa atau objek tertentu yang bernilai
berita atau untuk melengkapi tulisan berita yang dibuat wartawan tulis.
7.
Layout
Tugasnya
mendesain majalah, dan tata letaknya agar menjadi tampilan komunikatif dan
menarik untuk disajikan
8.
Bendahara
Tugasnya: Mengatur jalannya sirkulasi keuangan
majalah sekolah
Lantas mengapa kita membuat majalah sekolah?
Apa
Manfaat Majalah Sekolah?
1. Sebagai
sarana komunikasi sekolah dengan walimurid, dan siswa
2. Media
komunikatif sekolah yang berisi berita-berita sekolah, informasi, pengetahuan
dan hiburan.
3. Wadah kreativitas guru dan siswa dalam
berkarya (menulis, menggambar dll)
4. Sarana
publikasi sekolah di masyarakat
5. Menjadi Kebanggaan sekolah dan menambah nilai plus sekolah terutama saat akreditasi.
Hal-hal
yang perlu diperhatikan dalam menerbitkan majalah.
1.
Membuat nama majalah. Buatlah nama yang unik, menarik dan mudah diingat.
b.
Bisa juga membuat nama majalah berupa singkatan nama sekolah, atau kata-kata
yang menginspirasi.
Contoh
: SMART, MUTUALISTA, KONTAK, CAHAYA.
KHARISMA singkatan dari Khadijah
Is My Inspiration.
2.
Menentukan artikel yang akan ditampilkan. 1.
Visi Misi Sekolah : Visi, misi sekolah masing-masing dituliskan di hal
2.
3.
Salam Redaksi : Kata sapaan pimred pada pembaca, menyampaikan isi majalah
secara singkat, tema majalah, kondisi teraktual saat itu.
4.
Berita Sekolah : Kegiatan-kegiatan sekolah, misalnya peringatan PHBI-PHBN,
kegiatan sekolah dll.
5.
Profil Guru : Dimuat secara bergiliran mulai dari kasek, wakasek, guru, staf
pendidik.
6.
Profil Siswa Berprestasi: Menampilkan siswa paling berpretasi.
7.
Karya Siswa : Menampilkan tulisan siswa, puisi, cerpen, foto hasil karya siswa
berupa kerajinan, gambar dll.
8.
Kegiatan Siswa: Kegiatan outingclass, ataupun inclass. Misalnya outbound,
praktek di kelas, unjuk kerja, game dll.
9.
Kuiz berhadiah: Disesuaikan dengan jenjang kelas. Untuk SD TTS, tebak gambar,
dll. Dan berhadiah.
10.
Prestasi Sekolah : menampilkan prestasi
terbaru dari guru, siswa, dan sekolah.
11.
Info dan pengumuman: Info ujian, libur
dsbnya
Mengajukan
ISSBN. Agar majalah kita memiliki hak paten, maka Mengajukan ISSBN sangatlah
penting. Kita bisa menghubungi penerbit untuk membantu kita mendapatkan ISSBN.
Menentukan
Bahasa yang dipakai dalam majalah. Sebelum menentukan bahasa yang akan kita
pakai, kita harus mengetahui sasaran pasar kita yakni siswa-siswi kita dan
walimurid.
Saran
:
✍️Gunakan
bahasa yang mudah dimengerti anak-anak.
✍️Tidak menggunakan bahasa terlalu
formal/kaku.
✍️Gunakan bahasa keseharian dan pergaulan.
✍Selipkan bahasa-bahasa
gaul yang lagi ngetrend (asalkan harus sopan)
Misalnya hay gaess, hai sobat (sapaan untuk para pembaca)
👉Gunakan bahasa
komunikatif sehingga seolah-olah kita sedang berbincang dengan pembaca.
✍️Carilah tema dari hal
yang lagi booming atau ngetrend di lingkungan sekolah dan masyarakat. Isue-isue
keseharian yang sedang booming di lingkungan sekolah dan masyarakat bisa kita
gunakan sebagai tema. Misalnya :
👉🏻
Tetap Berprestasi di Masa Pandemi.
👉 Semakin Berilmu
Semakin Berakhlak
👉 Lets go green
👉 Raih Mimpi
Setinggi Bintang
👉🏻 Hold Your Star dll
Cover dan Layout Menarik.
✍️Fungsi dari cover
majalah adalah untuk melindungi isi majalah. ✍️Mencerminkan tema dan isi majalah. Karena
itu tampilan cover harus menarik pembaca.
Hal yang perlu
diperhatikan dalam Layout dan tata letak majalah.
✍️Dibuat sesuai tema dan
tingkatan usia pembaca (SD, SMP, SMA).
✍️Praktis, simple, menarik
dan memuat seluruh artikel dengan penataan padat tapi tidak sumpek.
✍️Carilah guru yang
berkompeten di IT sebagai tenaga layout dengan menggunakan aplikasi Corel.
Untuk cetak majalah tidak
semuanya kita cetak warna, hal ini untuk menekan budget agat tidak terlalu
tinggi. Bisa 8 halaman saja yang di cetak warna, yang lainnya cukup hitam putih
saja.
Pembiayaan.
Pembiayaan digunakan untuk:
1.
Biaya cetak majalah
2.
Membayar HR crew
3. Pembelian hadiah kuiz dll
Pembiayaan cetak majalah bisa di bagi menjadi
3.
1.
Murni dari siswa: Siswa membeli majalah (dimasukkan di daftar ulang atau SPP)
2.
BOS
Pembiayaan majalah bisa diambilkan
dari dana BOS dengan kode rekening biaya cetak/penggandaan dan membayar
honorarium.
3.
Sponsor.
Bisa dengan menggandeng walimurid yang ingin beriklan tentang
usahanya dengan memasang iklan tersebut di majalah.
Jadi semakin kita pandai
mencari sponsor maka akan semakin menekan budget untuk pembiayaan majalah kita.
Hal lain yang menjadi ending dari majalah
adalah percetakan.
Langgeng
tidaknya suatu majalah tergantung crew yang ada di dalamnya.
Karena
itu seleksi awal sebelum memilih crew syarat utama : Carilah orang2 pencinta
literasi yang ikhlas bekerja tanpa
mengharapkan imbalan.
Percetakan. Tidak bisa
dipungkiri percetakan merupakan faktor penting adanya majalah secara fisik. Akan
tetapi bila tidak memungkinkan majalah dicetak karena beberapa hal misalnya
pendanaan, situasi tidak bisa tatap muka karena pandemi maka majalah bisa juga
disampaikan dalam bentuk online. Misalnya dishare dalam bentuk PDF melalui
WhatsAp, Web sekolah, IG, Facebook dll. Bisa juga melalui aplikasi flipbook
atau photoshop.
Pupuk
Kekompakan Team. Ibaratnya tubuh maka crew majalah adalah bagian team yang
memiliki tugas SAMA PENTING nya. Oleh karena itu team harus solid, terus pupuk
kekompakan team. Saling mendukung dan mengisi kekurangan satu sama lain adalah
kunci langgengnya sebuah team.
Upgrade Ilmu Secara Kontinue. Agar majalah
selalu Uptodate maka harus ada jadwal untuk mengupgrade ilmu bagi para crew.
Misalnya
pelatihan menulis, pelatihan aplikasi Corel,Photoshop untuk layout dll dengan
memberdayakan teman sejawat atau mendatangkan narasumber ahli.
Salam redaksi memuat kata sapaan pimred kepada pembaca sesuai kondisi terkini, menyampaikan tema edisi kali ini, dan isi majalah secara singkat.
Jawaban
narasumber
1.
Syarat memperoleh ISBN sangat mudah, kita bisa mengajukan satu majalah yg sudah
jadi pada penerbit setempat. Asal kan majalah kita bebas dari plagiat pasti
bisa.
Untuk
saat ini ISBN sedang bermasalah kita
bisa memakai QRCBN (kode barcode. ) Bisa juga di BM PGRI banyak teman-teman
yang punya percetakan.
2.
Sekarang zaman online. Jika penerbit ada di sekitar kita tentu mudah sekali
kita bersua. Tapi bisa loh kita via online, diterbitkan dengan menghubungi
penerbit via online.
3. Biaya nya sekitar Rp 200.000 – 300.000. Bisa nenghubungi penerbit untuk info lebih lanjut
Kiat dan langkah buat majalah kita menarik. Tulis berita tentang info2 paling gres, berita tentang profil siswa, pasti banyak siswa yang tertarik. Bisa libatkan siswa dalam pembuatan majalah melalui reporter cilik. Jadi mereka bisa menulis dan mengirim karya mereka dalam majalah. Pasti senang sekali jika foto mereka terpasang di majalah. Pemberian hadiah berupa kuiz ternyata cukup menarik minat siswa. Menarik, informatif dan libatkan siswa kita. Insyaallah jalan.
Majalah
sekolah bisa terbit sesuai kesepakatan bersama. Bisa sebulan sekali, triwulan
atau persemester. Di sekolah narasumber diterbitkan persemester dan dibagikan
saat terima raport. Yang utama menulis adalah reporter di majalah sebagai
pemburu berita. Tapi bisa juga guru-guru lain berpartisipasi ikut menyumbang
tulisan. Untuk siswa biasanya berkonsultasi dengan wali kelas. Setiap ada tugas
yang berkaitan dengan proyek selalu ditampilkan di majalah. Tidak hanya berupa
tulisan, bisa karya siswa berupa gambar mereka, kerajinan, atau istilah kita
pendidik berupa K1 4 ketrampilan. Kegiatan siswa juga bisa kita pasang juga
jadi berita sekolah.
Tentu berbeda antara
majalah dan buletin. Buletin halamannya lebih tipis, membahas hanya satu topik
saja. Sedangkan majalah lebih tebal, dan topik bahasan lebih beragam. Ukuran
buletin juga lebih kecil daripada majalah. Biasanya berupa kertas yg dilipat
menyerupai koran. Buletin ini memuat artikel yang berisi kegiatan sekolah,
berita seputar pendidikan, artikel ilmu pengetahuan, latihan soal, dan
lain-lain.
Membahas tentang semangat
memang bagaikan roller coaster. Kadang melejit kelangit, kadang menurun
membumi. Narasumber sebagai pimred punya triknya, sebelum masuk dan lulus
seleksi Ibu Widya akan tantang kesungguhan nyalinya dan konsistensinya
berkarya. Motivasi dari pimred dan kepala sekolah bisa menjadi resep yg
mujarab.
Agar lebih bersemangat
lagi, selalu ada fee di setiap penerbitan majalah. Walaupun kisarannya tidak
besar tapi menjadi salah satu penyemangat crew. Ayoo membuat majalah sekolah. Semangat💪🏻
Segala sesuatu jika ingin
bagus harus ada dana. Di sekolah MI Khadijah majalah diterbitkn secara berkala
6 bulan sekali. Dari mana dananya? dari orangtua. Di jadikan satu saat
daftar ulang. Pertahun dikenakan
biaya Rp. 50.000,- untuk 2 majalah.
Diawal masuk kelas sudah
memperkenalkan majalah sekolah kita. Alternatif biaya yg lain bisa diambilkan
dari dana BOS, atau diserahkan kepada orang tua dengan cara siswa menabung. Tentu
dana tersebut tdk begitu memberatkan orngtua. Murah dibandingkan manfaatnya yang
luar biasa. Kuncinya pandai pandai melobby dan menjelaskan pada orangtua. Jadi
bukan di 'paksa'. Tapi menggugah kesadaran orangtua
Untuk memupuk kekompakan
salah satunya dengan memilih personil cruw pengurus majalah yang satu visi misi
dan cinta literasi. Nah biasanya kan tetap akan terjadi seleksi alam yang
awalnya semangat lambat laun personil tumbang satu demi satu.
Iyess, kompak adalah
syarat utama. Ibaratnya kendaraan bermotor. Saling melengkapi. Tidak ada yg
merasa lebih dari lainnya. Walaupun
bamper mobil terlihat cantik dan mengkilat tanpa mesin dia hanyalah seonggok
besi.
Seleksi awal sangat
menentukan. Ingat sebuah meme atau clue bahwa setiap orang akan berkumpul
dengan orang lain sesuai dengan visi, dan arah hidupnya. Saat satu crew
mengalami down kita akan Up bersama2. Saling memotivasi dan menutupi
kekurangan. Insyaallah jika kita sejalan kita akan leboh mudah melangkah
bersama. Campur tangan dari pihak sekolah bisa menjadi tali yang mengikat crew.
Misalnya dengan memberi reward akan mempermanis suatu hubunga.
Yang perlu disiapkan
berkaitan membuat majalah sekolah
1. Niat ingsun, lanjut
kemauan yg kuat, komitmen, semangat dan keikhlasan berkarya.
2. Saat pertama kali
Kharisma terbit crew hanya 2 orang. Satu pimred merangkat layouter dan saya
reporter merangkap editor. Tidak mengapa jika sedikit asalkan solid pasti jalan
"Barangsiapa tidak
mau merasakan pahitnya belajar, ia akan merasakan hinanya kebodohan sepanjang
hidupnya." - Imam Syafi'i.
Demikianlah materi dari narasumber kita malam ini. Sangat bermanfaat dan benar-benar menginspirasi kita. Kuncinya jangan takut mencoba sesuatu yang baru. Kerja keras... Dan semangat.
Salam Literasi.

Comments
Post a Comment